Ketahui Yuk! Tujuan dan Manfaat dari Jakarta Fashion Week
Welcome on my blog!
.
.
.
Jakarta Fashion Week merupakan pekan mode terbesar di Asia Tenggara. Acara ini merupakan platform universal bagi pelaku industri yang berkaitan dengan desain, gaya, dan tren mode terkini. Jakarta Fashion Week (JFW) berpotensi mengantarkan industri mode Indonesia untuk masuk pasar mode dunia. Selain itu, JFW pertama kali digelar pada 2008, dan terus menarik perhatian kalangan pecinta fashion maupun industri yang menekuni fashion.
.
.
.
Jakarta Fashion Week merupakan pekan mode terbesar di Asia Tenggara. Acara ini merupakan platform universal bagi pelaku industri yang berkaitan dengan desain, gaya, dan tren mode terkini. Jakarta Fashion Week (JFW) berpotensi mengantarkan industri mode Indonesia untuk masuk pasar mode dunia. Selain itu, JFW pertama kali digelar pada 2008, dan terus menarik perhatian kalangan pecinta fashion maupun industri yang menekuni fashion.
JFW merupakan suatu pagelaran dalam mendidik pasar fashion. Industri mode adalah industri yang berkembang dan menjadi perhatian Departemen Perdagangan. Dalam industri kreatif, industri mode menjadi contributor terbesar ekspor. Lebih dari 50% disumbangkan industri mode.
Jakarta Fashion 2017 terus menjadi daya tarik sendiri dan selalu dinantikan oleh para exhibitor dan visitor. Apabila menganalisis dari segmentasi pasar, segmentasi pasar adalah usaha untuk mengelompokkan pasar, dari pasar yang bersifat heterogen menjadi bagian-bagian pasar yang memiliki sifat yang homogen (Gitosudarno, 2008). Menurut Amstrong (1997, 227) Segementasi pasar adalah membagi sebuah pasar kedalam kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin menghendaki pemasaran atau produk yang terpisah. Jadi, berdasarkan definisi diatas segmentasi pasar adalah sebuah area dimana terdapat pengelompokan pasar yang digolongkan oleh kelompok-kelompok sesuai produk yang diinginkan.
Pada kesempatan ini analisa pada JFW akan dilihat dari demografi dengan pengambilan faktor yang berkaitan dengan usia, gender, income, education, occupation.
Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) selaku pihak penyelenggaraan JFW di tahun2016, menargetkan pencapaian pengunjung sebesar 100.000. Target pengunjung terutama dalam kategori usia pada pagelaran JFW ialah 18-40 tahun, dengan gender pria dan wanita. JFW ditahun 2016 mengalami peningkatan pada jumlah exhibitor yang mencapai 750 exhibitor local.
Kategori pada usia dan gender ini dilihat dari antusiasme dalam menyambut JFW serta kepuasaan dari pihak konsumen dengan terpenuhinya kebutuhan serta keinginan dalam fashion. Penyediaan market place diajang JFW ini juga menjad ikesempatan baik bagi desainer muda untuk memperlihatkan hasil karya busana, dan sebagai pertimbangan langkah maju menuju pasar mancanegara.
JFW juga menggelar seminar “Kiat Sukses Membidik Pasar Fashion” yang menghadirkan 8 pembicara kompeten, dengan harapan dapat mengajak para pelaku mode cara membidik pasar mode yang luas ini.
Pendapatan JFW 2016 melampui Rp85 milyar, meskipun tidak ada data yang menunjukan secara spesifik, namun dapat digambarkan bahwa visitor pada JFW 2016 adalah kelompok mengengah keatas atau status ekonomi sosial (SES) B dan A.
Kelas menengah Atas Indonesia dapat dilihat dari hasil survei Frontier
Pengeluaran SES Jumlah
Kurang dari Rp 600.000 (SES E 4.20%) ,Rp 600.000 – Rp 1000.000 (SES D 19.80% ),
Rp 1.000.000 – Rp 1.800.000 (SES C 38.80%) , Rp 1.800.000 – Rp 3.000.000 (SES B 22.30%)
> Rp 3.000.000 (SES A 15.00%)
Selain hal tersebut, manfaat lain dirasakan ialah, JFW dinyatakan sebagai kiblat fashion di Asia Tenggara dengan menampilkan 70 show dan lebih dari 3000 karya dengan berbagai kategori; ready-to-wear, haute couture, modest wear, dan aksesoris lainnya. Terutama ditahun 2017 dengan kembalinya pelaksanaan JFW ini akan menampilkan trend-trend terbaru, inovasi kreatif dan estetika seni berpakaian. Dibidang pendidikan JFW mampu menjadi sumber insipirasi bagi desainer muda, untuk mengembangkan talenta menjadi suatu karya dinamis dan penuh warna dalam meningkatkan keragaman budaya dengan sentuhan fashion.
Positioning market pada JFW telah dikenal terutama di kawasan Asia Tenggara, dengan dinobatkan sebagai kiblat fashion Asia Tenggara menjadi special positioning market tersendiri yang melekat dan menjadi perhatian publik, desainer, dan pencinta fashion. Pagelaran JFW mampu menjadi area fashion influencer melalui kolaborasi dengan badan-badan mode dan pusat kebudayaan internasional.
Pagelaran JFW menawarkan pagelaran busana bagi umat muslim, untuk tetap stylish dan memberi informasi terkini seputar trend gaya busana muslim, menumbuhkan brand busana batik dan mempromosikan aneka busana batik terhadap industri fashion baik lokal, maupun internasional
