Mengulang Kejayaan Sepatu Bernuansa Vintage Di Tahun 2017
Welcome on my blog
.
.
.
sepatu awalnya hanya berfungsi sebagai alas kaki bagi pria dan wanita kini telah berubah menjadi bagian trend center dalam mode fashion. Perkembangan sepatu sehingga masuk sebagai jajaran item di dunia fashion mengalami perubahan begitu besar. Bagaimana tidak setiap pergantian musim pada peragaan fashion show pasti ada saja yang menjadi trend center dan menjadi daya magnetik bagi semua orang.
.
.
.
sepatu awalnya hanya berfungsi sebagai alas kaki bagi pria dan wanita kini telah berubah menjadi bagian trend center dalam mode fashion. Perkembangan sepatu sehingga masuk sebagai jajaran item di dunia fashion mengalami perubahan begitu besar. Bagaimana tidak setiap pergantian musim pada peragaan fashion show pasti ada saja yang menjadi trend center dan menjadi daya magnetik bagi semua orang.
Mungkin kamu tidak akan menduga juga bahwa di sekelilingmu terdappat sepatu yang terlihat tua dan tidak menarik di matamu sendiri. Tetapi di akhir-akhir ini kembali menjadi trendi di tahun 2017 .
Yap, sepatu bernuansa vintage lagi-lagi tengah menjadi perbincangan publik dan menjadi magnetik bagi fashion enthusiast. Bergaya loafers dengan berpotongan kotak di bagian depan dan tak ketinggalan adanya chunky heels seperti sepatu polwan di era 90-an ini tengah menjadi puncak yang sedang berjaya.
Rancangan alas kaki bernuansa vintage pun tengah mewarnai panggung mode saat ini. Alessandro Michele sebagai pembuka jalan sukses menampilkan kembali arsip desain Gucci secara alami yang sangat kental dengan vintage-nya atau dikatakan sangat lawas ini secara berhasil mampu menarik perhatian masa tanpa harus merubah atau menambahkan improvisasi berbalut nuansa modern.
Tidak lupa Karl Lagerfeld berhasil mengikutsertakan gaya vintage ke dalam koleksi sepatu Chanel di peragaan busana musim dingin tahun 2015/2016 silam, dikarenakan keahliannya dengan meminjam arsip Chanel bertahun-tahun silam menjadikannya sukses dan tampil secara memuaskan ke perhelatan runway modern.
Nostalgia sepatu berdesain vintage tengah mengudara dan menjadi semakin kuat ditahun 2017. Contohnya saja Marni and Josep di musim panas ini, akan menampilkan sepatu berpotongan maskulin yang kaku dan tegas, sebelumnya pernah jaya di era Victoria (sepatu oxford untuk wanita pertama kali dikenalkan di zaman ini), 70-an,80-an,90-an.
Sehingga sepatu unisex klasik ini tidak hanya mampu memberikan gaya boyish modern yang saat ini menjadi musim, namun juga menisyaratkan bagi perempuan modern tak mau lagi dijajah oleh alas kakinya sendiri. Sepatu oxford dan loafers pun keluar sebagai jawaban atau satu opsi paling versatile sepanjang jaman.
Model sepatu lain yang banyak mengadaptasikan bertemakan vintage diantaranya sepatu berujung persegi dengan chunky heels yang agak melekuk di bagian dalam serta material kulit buaya bertekstur timbul seperti ditampilkan oleh Mulberry dan Margiela. Tidak sampai disitu ada lagi sepatu berujung lancip dengan kitten heels super mungil juga ikut menonjolkan nuansa vintage.
Tetapi ada satu elemen lawas yang paling banyak diadopsi dari berbagai label mode yaitu dibagian haknya, yakni sculptured medium heels. Dior, Loewe, Miu Miu, hingga Sportmax, bersama-sama mengaplikasikan keunikan curvy heels pada koleksi sepatu musim panas mereka.
Keistimewaan dari nuansa vintage ini merekam kembali nostalgia dari keindahan panorama fashion di masa lampau. Berbagai kreasi sepatu berdesain vintage ke panggung mode dibawakan begitu kental sehingga mampu menciptakab elombang nostalgia yang sangat hebat. Kita dapat membayangkan bagaimana dahulu nenek, maupun mama kita memperagakan busana dengan sepatu sejenis ini dieranya. Dan ini merupakan saat yang tempat bagi kita untuk tampil stylish membawakan sepatu bernuansa vintage di era modern ini
let's meet up @
instagram: aselaras
.
.
.
source:
harpersbazaar, mytheresa.com







Comments
Post a Comment