Pengaruh Kunjungan Raja Salman ke Indonesia
#RandomContent
![]() | ||
| sekretariat presiden |
Welcome on my blog!
.
.
.
karena tugas yang begitu menyita jadi aku ingin berbagi saja mengenai pengaruh kedatangan Raja Salman sebagai orang terpenting di Arab Saudi yang datang ke Indonesia pada tanggal 1 sampai 12 Maret 2017.
.
.
happy reading!
π±π±π±
Pada tanggal 1 Maret 2017, Raja
Salman melakukan kunjungan ke Indonesia dengan mengikutsertakan 1.500 delegasi.
Presiden Joko Widodo selaku orang nomor satu di Indonesia menyambut kedatangan
Raja Salman di Bandara Halim Perdana Kusuma.
Penyambutan yang dilakukan secara
pribadi oleh Bapak Joko Widodo selaku Presiden RI merupakan keputusan tepat,
sebagai landasan bahwa hubungan kedua kepala negara meiliki harmonisasi yang
baik terutama dimata publik karena saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Arab
Saudi pada bulan September 2015 lalu, Raja Salman juga menjemput langsung di
Bandara Internasional King Abdul Azis.
Cara penyambutan yang ditunjukan
kepada Raja Salman dan rombongan tidak sampai disitu saja, setelah penyambutan
di bandara Raja Salman dan Presiden Joko Widodo akan langsung menuju Istana
Bogor untuk melakukan hubungan bilateral. Di Istana Bogor juga akan
dilaksanakan penyambutan yang sudah menjadi standar untuk setiap kepala negara
yang datang dengan melibatkan pasukan berkuda, Paspampres, pasukan pengamanan
Nusantara, barisan anak-anak penyambut, dentuman meriam 21 kal sebagai parade
penyambutan untuk Raja Salman. Meskipun demikian, pelaksanaan penyambutan saat
di Istana Bogor hanya mengikutsertakan 35 orang delegasi resmi dan 50 orang
perangkat delegasi.
Delegasi resmi terdiri atas 10 menteri dan 25 pangeran.
Sementara itu, perangkat delegasi terdiri atas aparat keamanan, penerjemah,
hingga sekretaris atau ajudan. Sisa rombongan yang tidak ikut ke Istana Bogor
nantinya akan dilayani oleh setiap kementerian terkait. Untuk jamuan
kenegaraan, dapur Istana akan menyajikan makanan khas Tanah Air. Namun, sajian
akan diselipi juga dengan makanan Timur Tengah.
Di gedung tempat rakyat
menyeruakan aspirasi yang kita ketahui Gedung DPR/MPR juga mempersiapkan
penyambutan kunjungan Raja Salman yang akan ke Gedung MPR/DPR untuk melakukan pidato.
Hal ini terlihat bagaimana persiapan yang telah rampung kisaran 90%, serta
pengecekan dilakukan sebanyak 2x guna memberikan penyambutan terbaik kepada
Kepala negara Nomor satu di Arab Saudi.
Selain itu, pada kunjungan itu
juga dipertontonkan video perjalanan hubungan diplomatik antara Indonesia dan
Arab Saudi. DPR pun mengundang sejumlah ulama dari beberapa kalangan seperti
Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan organisasi massa Islam lainnya.
Persiapan yang sedemikian rupa ini dilakukan karena kedatangan Raja Salman ke
Indonesia sangat penting karena membawa agenda penjajakan investasi yang
nilainya mencapai Rp 300 triliun.
Agenda penjajakan investasi
bilateral antara Arab Saudi dan Indonesia memiliki keuntungan yang positif terutama
meningkatkan sektor ekonomi kedua belah pihak maupun bagi Bangsa Indonesia. Diantaranya
tertulis dalam MoU sebagai perjanjian kerja sama dalam pengembangan usaha kecil
dan menengah (UKM) dengan otoritas UKM Kerajaan Arab Saudi yaitu,
Pertama, pertukaran informasi
mengenai program-program UKM. Kedua, pertukaran tenaga ahli. Ketiga,
pemfasilitasan kerja sama dalam meningkatkan kualitas produk dan daya saing
UKM. Keempat, kerja sama pelatihan vokasional dan manajerial. Kelima,
pemfasilitasan kerja sama UKM menyediakan informasi dan peluang-peluang.
Keenam, dukungan untuk UKM dalam mengakses pasar di kedua negara.
Tujuan kerja sama ini adalah
untuk mendorong dan memberikan kontribusi bagi pembentukan hubungan yang saling
menguntungkan dalam pengembangan UKM di antara kedua belah pihak. Tentu kerja
sama ini akan sangat bermanfaat bagi
Indonesia, mengingat jumlah UKM Indonesia lebih dari 59 juta unit. Di dalam
pengembangan sektor eknomi dengan memfokuskan hubungan perdagangan pada bidang
pariwisata antara Indonesia dengan Arab saudi bersepakat melakukan kerja sama setidaknya ada lima poin penting yang akan
dijajaki oleh kedua negara tersebut.
Kerja sama Wonderful Indonesia
dan Arab Saudi di sektor pariwisata ke depan antara lain; Pertama, Joint
Marketing, Pemasaran Bersama, MICE (Meetings, Incentives, Conventions and
Exhibitions), saling memberi kemudahan dalam visa and permit, kedua adanya
pertukaran informasi pariwisata antara Indonesia dan Arab Saudi, dengan
menekankan informasi terkait wisata halal, poin keempat adalah terkait
peningkatan sumber daya manusia untuk kepentingan pariwisata di kedua negara
dengan melakukan kerja sama dalam bentuk studi banding mahasiswa dan pertukaran
sumber daya manusia, kelima kerja sama business to business antar-industri
pariwisata di Indonesia dan Arab.
Tak hanya sektor ekonomi dan
pariwisata saja menjadi point plus tersendiri pada kerja sama kedua belah pihak,
maupun bagi Bangsa Indonesia sendiri. Tetapi, memberikan pengaruh postif
terhadap nama baik Indonesia. Pemberian pengaruh positif terhadap nama baik
Indonesia adalah dengan banyaknya media coverage dari berbagai nasional dan
internasional ramai memperbincangkan Raja Salman datang ke Indonesia serta
perlakuan berupa sambutan meriah terhadap Raja Salman ke Indonesia turut
menjadi viral positif yang selalu dikabarkan dari berbagai awak media. Selain
itu, pada akhir-akhir ini diketahui bahwa Raja Salman yang telah melakukan
liburan ke Bali pada tanggal 4 – 9 Maret 2017, hendak memperpanjang masa
refreshing hingga 12 Maret 2017.
Ini menjadi kabar membahagiakan sekaligus menaikkan
citra Bangsa Indonesia karena Indonesia dikatakan menjadi negara dengan iklim
tentram, membawa kedamaian serta kenyamanan bagi Raja Salman untuk tetap menikmati
masa liburan di Bali, menaikkan kunjungan turis terutama turis dari timur
tengah yang akan membawa anggapan bahwa Indonesia negara aman dan patut
dikunjungi untuk menikmati pesona kekayaan alami yang terbentang dari sabang
sampai merauke.
.
.
.
this article was created by me (as owner)
please do not repost
thank you.
.
.
.
