Apakah Pemakaian Krim Dokter Menyebabkan Ketergantungan?
![]() |
Welcome on my blog!
.
.
.
Kulit putih, cantik, dan bersinar siapa sih yang nggak mau? Setiap kaum wanita pasti menginginkannya dong, tak heran berbagai produk kecantikan dicoba untuk mengetahui apakah akan ada perubahan dari kulit kita saat memakai produk itu.
Namun, cara mencoba dan menggonta ganti produk menjadikan kulit kita jerawat atau bruntusan akibat efek gonta-ganti produk itu peeps. Tak jarang juga pilihan akhirnya berlari konsul ke klinik kecantikan
Berawal dari konsul lalu rekomendasiin dari sang dokter membuat kita pede dan ingin konsul lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan di kulit kita. Rekomendasi produk dari dokter di klinik kecantikan menjadi manjur dan membuat kulit kita tampak putih, bersih, dan bersinar.
Banyaknya persepsi jika pemakaian produk kecantikan dari klinik langganan kita dapat membuat kult menjadi tipis dan pemakaian produk kecantikan apabaila dihentikan bakal membuat kulit menjadi rusak. Sebelum ke inti pembahasan topik.
Kita akan menganalisa apakah benar pemakaian produk rekomendasi produk dapat membuat kita menjadi ketergantungan.
Pada awalnya saat kamu melakukan konsultasi ke klinik kecantikan. Dokter akan bertanya apa permasalahan di kulit kamu dan sebenarnya ingin seperti apa kulit kamu nantinya. Setelah dokter menganalisa maka dokter akan memberikan krim yang bertujuan untuk mengatasi kulitmu saat pertama kali kamu melakukan konsultasi.
Tentunya saat dokter memberikan resep itu semua pastinya disesuaikan dong dengan kebutuhan kulit kamu dan tentunya dengan arahan tata cara pemakaian seperti tahap awal dan produk apa saja yang harus dipakai sebelum melakukan tahapan pemakaian produk selanjutnya atau krim yang harus dipakai pagi hari atau menjelang sebelum tidur biasanya dokter akan memberikan arahan seperti itu.
Arahan yang diberikan oleh dokter secara detail harus dilaksanakan dengan baik dan jangan setengah-setengah untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan. Setelah arahan yang diberikan, dokter akan menyarankan kamu balik lagi melakukan konsultasi untuk mengetahui perkembangan kulit kamu dan biasanya ada pergantian produk. Terkadang dalam pemberian krim, dokter memberikan suatu produk yang didalamnya mengandung steroid.
Pemberian steroid dilakukan dengan alasan tertentu atau mungkin ada kondisi tertentu yang mengharuskan pemberian steroid tersebut. Kandungan steroid pada suatu produk akan memberikan perubahan yang signifikan pada wajah yaitu, wajah tampak lebih mulus.
Namun, yang harus diperhatikan adalah pemakaian steroid tidak bisa dipakai secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Jika pemakaian krim mengandung steroid dilakukan terus-menerus itulah yang akan menyebabkan kulit menjadi tipis dan juga rusak peeps.
Pemakaian steroid dalam jangka waktu yang cukup lama tidak bisa dihentikan begitu saja lho. Bila ingin dihentikan pun dokter akan memberi tahu lebih lanjut atau dengan mengurangi dosis pada kandungan steroid produk yang kamu pakai secara bertahap sebagai langkah untuk mengurangi pemakaiannya. Bila dilakukan secara langsung maka kulitmu akan menjadi rusak.
Lalu bagaimana cara bisa terlepas ketergantungan dari krim dokter?
Kamu harus melihat kembali bagaimana arahan dokter dalam mengaplikasian produk yang direkomendasiin jangan sampai produk yang harus diaplikasikan ke wajah secara tipis tapi kamu aplikasinya lumayan tebal ke wajah, pemakaian produk harus telaten yaitu jika pemakaian yang harus dipakai hanya siang hari jangan kamu campurkan untuk pemakaian di malam hari, pemakian produk juga jangan bolong-bolong alias hari ini kamu pakai besoknya enggak dan yang terpenting jika harus konsultasi kamu harus datang untuk mengetahui kondisi wajahmu dan perkembangan setelah pemakaian produk.
Jadi kesimpulannya apakah krim dokter memberikan ketergantungan? Menurutku jawabannya tidak asalkan kamu bisa telaten memakai produk sesuai arahan dokter dan rajin konsultasi tidak akan menyebabkan ketergantungan.
.
.
.
pics: from google
please do not
reupload

Comments
Post a Comment