Perbedaan Site Inspection di Industri MICE dan Familiarization trip di Industri Pariwisata

😀😀😀






Welcome back on my blog!
.
.
.

Setelah sekian lama menghilang akhirnya saya kembali dengan memposting hal yang berkaitan dengan MICE hehehe, silahkan dibaca ya :)
.
.
.

Perkembangan industri MICE (Meeting, Incentive, Confference and Exhibition) telah memberikan warna yang beragam terhadap jenis kegiatan industri jasa yang identik dengan pemberian pelayan/services.

MICE merupakan bisnis yang memberikan kontribusi tinggi secara ekonomi terlebih bagi negara berkembang. Kualitas pelayanan yang diberikan mampu memberikan kepuasan kepada setiap peserta, industri MICE mampu memberikan keuntungan yang besar bagi para pelaku usaha di industri tersebut. Berkembangnya industri MICE sebagai industri baru yang bisa menguntungkan bagi banyak pihak, karena industri MICE ini merupakan industri yang kompleks dan melibatkan banyak pihak.

Alasan inilah yang menjadikan tingkat pertumbuhan para pengusaha penyelenggara MICE bermunculan, sehingga tidak dipungkiri industri MICE sebagai industri masa kini yang banyak diminati oleh para pelaku bisnis.

Segi pendapatan yang diterima oleh negara jika dengan diadakan kegiatan MICE dalam bentuk incentive travel, meeting corporate, exhibition, conference baik ditingkat nasional dan internasional menyebarkan multiple effect bagi ekonomi Indonesia.

Multiple effect yang didatangkan tidak terlepas dari peranan institusi pemerintah, corporate, government associaton yang terlibat di kanca internasional sebagai  ambassador. Peranan yang diambil oleh asosiasi yang terlibat dengan lintas antar negara ini mampu mendatangkan delegasi dari berbagai negara untuk hadir dalam suatu event yang diadakan di destinasi terpilih di Indonesia.

Apresiasi yang dicapai oleh sebuah asosiasi, corporate, dan government association tetap harus didukung dari berbagai pihak termasuk pemerintah saat ini yang memiliki kewenangan.

Pencapaian untuk mendatangkan ribuan delegasi dari berbagai negara dikatakan tidak mudah karena membutuhkan persiapan dan teknis yang sempurna. Hal ini bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada decission maker bahwa pemenang dari kompetitor asosiasi mampu memenuhi segala kebutuhan yang dibutuhkan selama acara berlangsung.

Tidak sekedar merencanakan tetapi melakukan site inspection. Peranan dari site inspection bagi asosiasi di Indonesia untuk memenangkan sebuah bidding ialah bertujuan membawa mereka yang berkepentingan sebagai decission maker untuk melakukan pemeriksaan destinasi dengan harapan bahwa mereka akan memilih tempat untuk dijadikan venue event mereka baik berupa conference atau pun meeting.

Site inspection yang dilakukan ialah melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang pada akhirnya dibutuhkan oleh penyelenggara acara. Site inspection yang dilakukan tidak sekedar melihat keadaan venue, hotel, kondisi destinasi saat ini melainkan melakukan praktek secara nyata terhadap fasilitas-fasilitas yang disediakan bertujuan untuk memastikan bahwa suatu tempat, venue, destinasi memiliki kebutuhan yang diinginkan oleh pelaksana.

Dari sisi akses transpotasi seperti, bandara, stasiun, halte baik ke destinasi, hotel, venue atau kualitas sdm dan area entertainment menjadi pertimbangan yang terdaftar untuk melakukan site inspection.

Segi market yang dituju dapat dikatakan sangat ekslusif yaitu delegasi atau business man yang melakukan perjalanan untuk melakukan kegiatan bisnis. Maka, melakukan site inspection memiliki dampak keputusan  yang besar untuk memastikan bahwa negara yang memiliki kriteria yang sesuai dibutuhkan berupa fasilitas, infrastruktur, walking in distance menuju venue, akses transportasi dan kualitas sdm yang sesuai dengan checklist pada pelaksanaan site inspection akan sangat membantu pihak-pihak kepentingan seperti asosiasi untuk memenangkan bidding.

Harapan besar melalui kegiatan site inspection akan mempengaruhi image suatu negara dan asosiasi yang berada di negara tersebut, karena dikatakan berhasil dan memberikan sumbangan besar untuk menghidupi perekonomian masyarakat, dan para pelaku usaha lainnya.

-----

Site Inspection merupakan kegiatan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kepentingan destinasi MICE melalui checklist sebagai pertimbangan untuk melakukan decission making. Keterlibatan asosiasi, atau pun pihak organizer melakukan site inspection untuk menyesuaikan karakteristik event yang diperlukan dengan sangat spesifik.

Association atau pun PCO melakukan site inspection sebagai langkah untuk mengetahui kebutuhan yang sesuai dengan karakteristik event dari bidding yang akan dimenangkan. Langkah ini sebagai antisipasi ketika local associaton mau pun PCO akan dikunjungi oleh host association sebagai decission maker dari penyelenggara event.

Site Inspection yang dilakukan mewakili “What they need in a MICE Destination” dengan destinasi sebagai kawasan integrasi MICE. Kawasan yang berintegrasi MICE akan menyediakan tempat kondusif untuk meeting, incentive travel, convention, dan exhibition dengan fasilitas baik. Kebutuhan yang dimaksud adanya aksesbilititas bandara yang secara langsung terhubung dengan destinasi, konektivitas CIQ secara langsung diawasi institusi pemerintah disertai pendukung regulasi perihal pengawasan terhadap jalur keluar masuk berkaitan kebutuhan kegiatan MICE.

Jarak untuk menjangkau sebuah convention center dari perjalanan bandara yang tidak lebih dari 20 menit juga menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk melancarkan kegiatan MICE di suatu destinasi; terbebas dari hambatan kemacetan lalu lintas dan terkoneksi langsung menuju venue merupakan bagian yang diperhatikan oleh pemangku decission maker.

Ketersediaan transportasi umum yang memadai terkoneksi menuju beberapa titik tempat akses menuju kegiatan MICE menjadi point penting terutama keterlibatan pemerintah pro terhadap lingkungan untuk mengurangi  karbon dioksida dan saat ini telah menjadi kebutuhan dalam kegiatan MICE yang diselenggarakan. Transportasi umum halnya kereta cepat, busway, yang terkoneksi langsung akan memudahkan segala aktivitas MICE.

Jumlah hotel yang tersebar di sekitar destinasi menjadi acuan bagi decission maker untuk memilih tempat penyelenggara event. Penyebaran hotel dengan konsep “hotel within walking distance to convention center” menjadi kebutuhan untuk mengoptimalkan waktu dan mempermudah bagi delegasi tiap negara untuk menjangkau event yang dilaksanakan tanpa memakan waktu. Disisi lain penerapan hotel menuju venue yang dijangkau dengan berjalan kaki juga sebagai bentuk untuk mengurangi penggunaan kendaraan yang menimbulkan polusi udara.

Kemudian, suatu destinasi juga harus memiliki penawaran “place of interest” yang dimanfaatkan sebagai area entertainment bagi delegasi yang hadir dan singgah di destinasi. Ini menjadi keuntungan bagi masyarakat sekitar dan pelaku usaha yang secara langsung menikmati hasilnya dengan adanya kegiatan MICE disertai meningkatkan pendapatan. Meskipun kegiatan bersifat bisnis namun, untuk saat ini konsep penggabungan business dan leisure menjadi hal yang dibutuhkan sebagai bentuk entertainment.

Kebersihan menjadi faktor penting dalam kegiatan site inspection memastikan bahwa destinasi yang akan dimenangkan higeinis dan mengutamakan kebersihan dari berbagai aspek dan tingkat kejahatan rendah pada persoalan keamanan di suatu destinasi maka delegasi akan merasa aman. Bila dilihat kebutuhan dari segi aspek aksesibilitas dan konektivitas untuk menyediakan layanan kondusif kegiatan MICE hal terpenting yang diperhatikan ialah sumber daya manusia. SDM yang profesional juga dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan MICE dikarenakan pengaruh pelayanan yang mengutamakan hospitality harus diketahui dan diterapkan dengan baik sebagai komponen yang menyelaraskan kebutuhan MICE.

Kegiatan pokok yang spesifik melalui checklist sebagai landasan melakukan site inspection menjadi penting sebagai keberhasilan sebuah penyelenggara event MICE. Ketika sebuah destinasi telah dimenangkan maka ketelitian untuk melakukan site inspection di destinasi berikutnya  memberikan keberhasilan yang baik.

Hasil dari site inspection yang dilakukan oleh local association dan PCO pada akhirnya akan menjadi kunci untuk mendapatkan response dari client. Response yang akan diperoleh ketika client mengunjungi destinasi untuk meninjau apakah sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan untuk pelaksaan event. Pemeriksaan yang diberlakukan kembali dengan urusan infrastruktur dan fasilitas yang ada dikawasan MICE.

Segala aspek berhubungan dengan kegiatan MICE akan membangun image bagi destinasi dan asosiasi di negara yang memenangkan. Image yang didapatkan berasal dari feedback dari berbagai delegasi mengenai event yang diselenggarakan di destinasi. Kepuasan dan positive feedback memberikan peningkatan image dan hal tersebut harus di jaga dan diperhatikan. Sebagaian dari hal-hal yang bersangkutan mengenai “What they need in a MICE destination” tidak terlepas dari pelaksanaan site inspection yang dikerjakan dengan detail melalui penyesuaian spesifik event dengan destinasi.

Berbeda dengan familiarization trip. "Fam Trip" merupakan singakatan dari familliarization trip atau perjalanan untuk mengenalkan obyek-obyek wisata dengan mengajak peserta yang adalah ikon di masyarakat, seperti tokoh, artis, public figure, atau lainnya.

Familiarization trip pada dasarnya mengenalkan sebuah destinasi kepada pelaku usaha seperti travel agent; perusahaan grup ternama, content creator dengan tujuan untuk mempromosikan. Dikenal sebagai famtrip ini menjadi metode promosi dengan mengajak peserta untuk mengenali dan merasakan keindahan wisata di destinasi yang dituju. Famtrip dengan metode ini diharapkan akan diketahui oleh wisatawan melalui postingan dari media sosial mengenai destinasi yang dikenalkan, dibukanya paket wisata oleh travel agent untuk datang ke destinasi, kekuatan power of mouth oleh influencer sehingga menarik perhatian calon wisatawan untuk berlibur ke destinasi yang dikenalkan.

Familiarization trip berdasarkan definisi dari Kemenpar merupakan program wisata pengenalan Kementerian Pariwisata Indonesia yang bertujuan untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Indonesia dengan konsep seeing is believing atau arti harafiahnya, alami sendiri lalu yakinlah bahwa Indonesia itu mengagumkan. Program ini dikhususkan kepada mereka yang memiliki pengaruh luas untuk publikasi.

 Famtrip menjadi salah satu dari empat pilar pemasaran pariwisata Indonesia ke luar negeri. Program ini dikhusukan kepada mereka yang memiliki pengaruh luas untuk publikasi; publikasi yang dilakukan dapat melalui penyebaran informasi melalui media masa, content video, power word of mouth. Program ini juga menjadi harapan untuk lebih meluaskan promosi, selain itu famtrip dianggap efektif untuk mengenalkan obyek-obyek yang selama ini "tersembunyi" diharapkan program famtrip dari Kemenpar memberikan publikasi yang semakin luas, terutama untuk menjaring calon wisman dari negara-negara Asia Pasifik


Checklist Site Inspection Venue

Let's meet up^^

Instagram: aselaras

Comments

Popular posts from this blog

Makna Dibalik Memakai Cincin di Setiap Jari Ala Korea

Ketahui Yuk! Tujuan dan Manfaat dari Jakarta Fashion Week

Mengulang Kejayaan Sepatu Bernuansa Vintage Di Tahun 2017