Perjalanan Insentif dan Peran DMC Dalam Perencanaan Perjalanan Insentif




image from puteriputeri.com




Welcome on my blog~~
.
.
.
.
.

Jasa MICE termasuk salah satu dari tujuh usaha jasa pariwisata, yaitu usaha jasa biro perjalanan wisata, usaha jasa agen perjalanan wisata, usaha jasa pramuwisata, usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran, usaha jasa impresariat, usaha jasa konsultan pariwisata dan usaha jasa informasi pariwisata. Kegiatan usaha MICE juga telah diatur di dalam UU Kepariwisataan di tahun 1990.

MICE adalah singkatan Meeting, Incentive, Conference, Exhibition. Adapun definisi Incentive menurut Society of Incentive Travel Executives (SITE) adalah “a global management tool that uses an exceptional travel experience to motivate and/or recognize participants for increased levels of performance in support of the organizational goals”. Pendapat lainnya dari M. Kesrul (2004:18) perjalanan insentif adalah kegiatan perjalanan wisata yang unik dan khusus dalam rangka strategis untuk memotivasi karyawan atau manajemen perusahaan. Jadi, perjalanan insentif merupakan suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk para karyawan dan mitra usaha sebagai penghargaan atas prestasi yangt telah dicapai.

Perjalanan Insentif masuk ke dalam lingkup MICE karena dikaitkan dengan adanya penyelenggaraan rapat antar seluruh cabang divisi perusahaan. Perjalanan Insentif dapat dilingkupkan menjadi pertemuan bertaraf lokal, regional, nasional, maupun internasional.

Kriteria untuk melaksanakan perjalanan insentif harus mengandung nilai-nilai yang penting sesuai yang diharapkan bagi calon pemenang yakni, unforgettable moment, first time, and once in life time. Nilai-nilai tersebut dapat dirasakan oleh calon pemenang apabia disesuaikan dengan faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas dari perjalanan insentif dengan memperhatikan sebagai berikut; akomodasi; jasa angkutan; restoran; atrraksi wisata; money changer; layanan informasi; pelayanan pertemuan dan konferensi; dan destinasi.

Dibalik faktor yang diuraikan pada awalnya pemilihan destinasi yang tepat menjadi hal penting bagi DMC untuk menarik daya tarik calon pemenang. Destinasi dengan sarana amenities adalah elemen bagi suatu destinasi yang memungkinkan calon pemenang tertarik untuk berkompetisi sebagai calon pemenang perjalanan insentif. Baud Bovy dan Lawson (1998) mengatakan bahwa amenitas/sarana wisata merupakan semua fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk segala kebutuhannya selama tinggal di daerah tujuan wisata. Dengan kata lain, sarana amenities yang di miliki oleh suatu Destinasi mempunyai pengaruh kuat untuk menentukan apakah sesuai ekspetasi dan harapan dari calon pemenang.

Sisi dari sarana amenities suatu destinasi juga di dukung dengan adanya faktor keamanan dengan meningkatkan keselamatan dalam pelaksanaan insentif, diantaranya edukasi, encouragement, dan emergency preparadness. Adapun pandangan destinasi dengan berbagai aspek keamanan dan peningkatan keselamatan lalu diperhatikan dari sarana amenities juga untuk menarik daya tarik calon winners.

Perlu dipahami bahwa pelayanan prima yang diberikan DMC untuk para client harus secara detail karena mempengaruhi kualitas dan penilaian DMC. DMC dengan singkatan Destination Management Company merupakan istilah untuk perusahaan jasa profesional yang memiliki pengetahuan lokal yang luas, keahlian dan sumber daya, yang berspesialisasi dalam desain dan implementasi acara, kegiatan, tur, transportasi, dan logistik program.

Lingkup pelayanan DMC pada proses perencanaan memastikan mengetahui client atau calon perusahaan yang akan dilayani dengan mengetahui latar belakang perusahaan tersebut. Pilihan tujuan destinasi baik domestic/foreign berdasarkan keinginan calon penerima atau preferensi pribadi manajemen. Perencanaan jangka waktu dapat dimulai lebih dari setahun sebelum perjalanan insentif dilaksanakan. Hal-hal ini harus diperhatikan karena kemungkinan tidak mendapatkan daftar akhir peserta hingga sebulan atau bahkan dua minggu sebelum perjalanan berlangsung, dan sangat sering mendapatkan lebih banyak atau lebih sedikit peserta dari yang direncanakan. Memperhatikan bahwa implementasi program memiliki kecocokan dengan tujuan perusahaan; bermakna, memberikan hiburan mewah yang menciptakan kenangan indah. Melakukan perhitungan biaya termasuk margin, perincian biaya per cost dan biaya management fee.

Melakukan site inspecton dengan memperhatikan secara detail venue, detail akomodasi, pengaturan jasa transportasi, dan daftar dari interest place yang akan dikunjungi. Kemudian, memastikan bahwa perencanaan baik plan A hingga Z dapat dipersiapkan dengan menjalin relasi antar pihak untuk menyukseskan perjalanan insentif. Sebagai DMC juga tetap menerapkan pelayanan prima yang berlandaskan ability, attitude, aprearance, attention, action, dan accountability.
.
.
.
please do not copy paste
.
.
let's be friend!
Instagram: aselaras
.
.
xoxo



Comments

Popular posts from this blog

Makna Dibalik Memakai Cincin di Setiap Jari Ala Korea

Ketahui Yuk! Tujuan dan Manfaat dari Jakarta Fashion Week

Mengulang Kejayaan Sepatu Bernuansa Vintage Di Tahun 2017